Senin, 17 Agustus 2015

“ Apakah Kurikulum 2013 harus Diberhentikan bagi Sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013?”

Jika kalian lihat di berita – berita televisi yang sedang memperbincangkan tentang kurikulum 2013, kalian pasti akan bertanya – tanya apa yang terjadi pada Kurikulum 2013 yang sedang dipakai oleh beberapa sekolah di Indonesia. Tidak sedikit siswa yang membicarakan isu tentang Kurikulum 2013 ini. Ada beberapa penyebab timbulnya isu ini. Antara lain, kurangnya ketersediaan buku dan banyaknya materi yang belum tuntas atau perlu direvisi. Tak jarang pula siswa bertanya tentang penerapan Kurikulum 2013 yang tidak merata di seluruh sekolah Indonesia. Contohnya di sekolah daerah Jember. Di sana pembagian Kurikulum 2013 belum merata.
          Persoalannya adalah “Mengapa Kurikulum 2013 tidak diberlakukan secara merata atau diberhentikan secara merata?”. Dengan adanya persoalan ini, banyak yang memberikan berbagai macam argumen baik mendukung maupun menentang. Salah satunya siswa – siswa yang mengalaminya.
          Masyarakat yang setuju dengan adanya Kurikulum 2013 berpendapat bahwa Kurikulum 2013 ini sangat cocok untuk diberlakukan di Indonesia. Karena Kurikulum ini lebih meningkatkan iman dan takwa para pelajar di Indonesia, sehingga di sana dapat mempertebal benteng keimanan para siswa. Siswa tersebut juga diajarkan agar dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Karena Kurikulum 2013 ini  lebih melibatkan peran siswa dalam setiap kegiatan. Banyak yang berpendapat bahwa Kurikulum 2013 mempermudah tugas guru dan mempersulit siswa. Padahal, maksud dari Kurikulum 2013 ini adalah melatih kemandirian siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya tanpa ada rasa takut dan malu serta melatih siwa agar dapat berperan aktif di berbagai kegiatan, bukan mempermudah tugas guru. Pada Kurikulum 2013 tersebut, siswa dituntut agar dapatbekerja sama dengan teman sebaya dan dapat menerapkan sistem tutor sebaya.
          Sedangkan masyarakat yang kurang setuju dengan adanya Kurikulum 2013 merasa Kurikulum 2013 perlu dikembalikan menuju Kurikulum sebelumnya. Banyak alasan masyarakat ingin mengembalikan menuju Kurikulum 2013 ini antara       lain, kurangnya materi yang disampaikan kepada siswa. Sehingga, siswa tidak banyak menerima materi yang sesuai dengan seharusnya. Selain itu, Kurikulum 2013 mempersulit pengajaran atau  pemberian materi kepada siswa. Misalnya, jika guru kurang kreatif dalam pemberian materi maka, siswa juga kesulitan untuk mempelajari.

          Kesimpulannya adalah, jika Kurikulum 2013 diberhentikan, seharusnya Pemerintah memberhentikan kepada semua sekolah, agar tidak terjadi perbedaan kurikulum. Tetapi, jika Kurikulum 2013 ingin dipakai, penyebarannya diusahakan secara merata. Semua tergantung pada pemerintah yang ingin atau tidak ingin menggunakan Kurikulum 2013 untuk kesejahteraan pendidikan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar